Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gerindra

Gerindra Bantah Hanura: Jangan Ragukan Komitmen Prabowo Untuk Bela Islam

PojokNasional . Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah menilai Reuni 212 secara tak langsung menggiring umat Islam agar memilih pemimpin yang sebenarnya tidak islamiah. Gerindra membela sang Ketum, Prabowo Subianto. "Jangan pernah ragukan komitmen Pak Prabowo untuk membela Islam dan ulama. Rekam jejak inilah yang dipegang para ulama dalam memutuskan memilih Pak Prabowo di Ijtimak Ulama," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan. Andre mengatakan Prabowo selama ini memiliki hubungan baik dengan para ulama. Prabowo, lanjut dia, pro-umat dan ulama. "Pak Prabowo sejak beliau prajurit TNI sampai sekarang menjadi Ketum Gerindra, beliau selalu berpihak pada ulama dan umat. Tidak pernah mengkriminalisasi ulama dan mengambil kebijakan anti-Islam," ujarnya. Ia kemudian menjawab pernyataan Inas soal capres yang tidak pernah salat dan belum naik haji. Menurut Andre, ibadah seseorang merupakan urusan dengan Tuhan. Meski demikian, Andre menegaskan Prabow...

Mau Periksa Rekaman Habib Rizieq, Gerindra Kritik Bawaslu

RakyatUtama . Bawaslu RI akan memeriksa rekaman Habib Rizieq Syihab dalam reuni 212. Gerindra mempersilakan bila memang pidato Habib Rizieq Syihab dinilai menguntungkan salah satu capres-cawapres di Pilpres 2019. "Itu kan haknya Bawaslu, monggo, silakan, Bawaslu memeriksa rekaman Habib Rizieq yang dianggap oleh kubu sebelah yang sedang lagi nyinyir dari kemarin, yang bilang itu pelanggaran," kata Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi. Andre menilai pidato Habib Rizieq itu sah-sah saja. Andre pun kemudian menyinggung soal Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang mendeklarasikan dukungan ke Joko Widodo. "Orang di kampung saya Bupati Pesisir Selatan pakai baju dinas lengkap deklarasi dukung Jokowi juga nggak dihukum Bawaslu kok. Kok tiba-tiba Habib Rizieq yang bukan tim sukses, bukan anggota partai politik," ujar dia. Sebelumnya, Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menyebut pihaknya akan memeriksa rekaman pidato Habib Rizieq Syihab di acara reuni...

'Reuni 212 Beri Optimisme Kemenangan Prabowo-Sandi" Menurut Fadli Zon

RakyatDigital . Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan reuni 212 meningkatkan rasa optimisme pada kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia yakin reuni 212 mampu mendongkrak elektabilitas pasangan nomor urut 02 itu di Pilpres 2019. "Saya kira bagi kami reuni akbar 212 itu sebuah peristiwa yang sangat besar, yang memberikan rasa optimisme kemenangan Prabowo-Sandi juga," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin . "Karena saya kira mayoritas yang hadir kemarin itu rasanya mempunyai sebuah dukungan kepada calon yang kita usung, karena menginginkan ada perubahan," lanjutnya. Fadli menilai aspirasi ganti presiden yang diserukan di reuni 212 wajar dilakukan. Namun, dia membantah bahwa acara yang digelar kemarin itu merupakan kampanye terselubung sang Ketum. "Mudah-mudahan ya (menambah elektabilitas Prabowo). Itu kan sah-sah saja ya dan menurut saya memang kita ini berada di sebuah tahun politik, tentu setiap kandidat baik kandidat nomor 1, ...

"Masyarakat Sekarang Tak Lagi Termakan Isu Survei Politik" Kata Sandiaga Uno

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih keok di survei. Cawapres Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tak begitu melirik survei dari beberapa lembaga survei yang ada. Padahal, dalam hasil survei terbaru, pasangan nomor urut 02 itu kalah di survei yang dirilis lembaga survei Median kemarin. Namun Sandi mengatakan masyarakat tak termakan isu survei. "Yang bisa kita sampaikan rakyat sudah tidak bisa termakan isu-isu survei. Sekarang rakyat melihat yang riil, yang mereka hadapi dalam kesehariannya," kata Sandiaga di Jl Galuh II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sandi mengaku memiliki survei internal yang lebih valid. Selisih persentasenya mulai mendekati pasangan Jokowi-Ma'ruf sampai 11 persen. Survei internal yang disebutkan itu, kata Sandi, sama dengan yang disampaikan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim S Djojohadikusumo, pada 19 Oktober lalu. "Dari awalnya 23, sekarang 11. Terkonfirmasi ...